Usahanya Tak Mampu Bertahan, Sekelompok Tunanetra Membutuhkan Biaya Kembali ke Kampung Halaman

 


Zakat Yogyakarta – Usaha panti pijat, mungkin hingga kini masih menjadi usaha utama bagi para penyandang Tuna netra. Di Jogja sendiri, banyak kita temui hampir di setiap sudut kota. Hingga sebelum pandemi Covid – 19 melanda hampir dua tahun ini, usaha panti pijat menjadi hal yang menjanjikan bagi para penyandang Tuna netra untuk menyambung hidup. Hal itulah yang membuat kelompok Tuna netra yang dipimpin bapak Mujiyono memberanikan diri untuk mendirikan usaha panti pijat di sekitaran Warungboto.

Namun, tak lama berselang Pandemi Covid – 19 menyebabkan banyak usaha terdampak hingga harus tutup. Termasuk usaha panti pijat, dikarenakan protokol kesehatan yang membatasi antar orang saling bersentuhan, membuat panti pijat sepi karena resiko penularan Covid – 19 yang cukup tinggi. Walaupun para tukang pijat Tuna netra telah menjamin protokol kesehatan yang ketat, tidak menjamin kepercayaan publik  terhadap panti pijat sama seperti saat sebelum pandemi melanda.

Satu tahun, Pak Mujiyono dan rekan – rekannya mencoba bertahan, namun tidak ada hasil yang membuat mereka dapat mempertahankan usahanya. Sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi, termasuk untuk membiayai sekolah anak. Hingga mereka menemui jalan buntu mereka terancam tidak dapat melanjutkan kontrak tempat panti pijat, karena kekurangan biaya. Mereka memutuskan untuk menyerah dan kembali ke kampung halaman.




Namun, untuk pindah kembali ke kampung halaman mereka di Gunung Kidul, mereka tidak memiliki biaya dan modal. Saat itulah, Allah pertemukan Pak Mujiyono dan rekan -rekan dengan Nurul Hayat. Alhamdulillah melalui program dana sosial, Nurul Hayat dapat membantu Pak Mujyono dan rekan – rekan untuk memiliki biaya dan modal untuk kembali ke kampung halaman. Bantuan Dana sosial diserahkan langsung kepada penerima pada tanggal 3 Oktober 2021. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan semoga ekonomi Pak Mujiyono dan rekan – rekan dapat segera membaik.

Terima kasih Sahabat Sejuk, atas kontribusinya di program dana sosial.

Komentar